Sunday, July 14, 2019

Pelajaran Semangat 1992 ala Denmark

Skuad Juara Denmark 1992 [foto : dreamteamfc.com]

Dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Janganlah pernah bermimpi, asal dengan kerja keras dan keberuntungan. Itulah yang terjadi dengan timnas Denmark, pada Piala Eropa 1992. Datang sebagai tim pelengkap, setelah Yugoslavia dicoret dari kejuaraan. Karena perang saudara.  Tim yang berjuluk dinamit ini ditunjuk  oleh UEFA menggantikan Yugoslavia.

Dengan persiapan minim, mereka berangkat ke Swedia. Tempat kejuaraan di selenggarakan. Tergabung di grupa A dengan tuan rumah Swedia, Inggris dan Prancis, mereka mampu membuat kejutan. Menjadi runner-up grup dan lolos ke babak berikutnya.

Setelah mengalahkan Prancis di laga terakhir,dalam match semi final mereka bertemu juara bertahan Belanda. Lawannya, Belanda, masih dengan trio-nya yang menjadikan AC Milan raja di eropa sekaligus dunia, waktu itu. Yakni, Frank Rijkaard, Ruud Gullit dan Marco Van Basten.

Namun Denmark membalikkan semua prediksi. Tim dinamit lolos ke partai puncak. Setelah menang melalui babak tos-tosan adu penalti. Puncaknya di final, pada 26 juni 1992. Denmark menghajar raksasa Eropa, Der Panzer, julukan Jerman dengan skor 2-0.

Dengan persiapan minim skuad biasa-biasa saja, mereka bisa menjadi juara. Mirip dengan Deltras Liga 3 tahun tahun ini. Persiapan minim, skuad yang tak begitu mentereng, Deltras sebenarnya dapat mengikuti jejak Denmark.

Asal disertai dengan kerja keras, kerja sama tim dan tentunya faktor luck. Ya keberuntungan. Walaupun secara logika hal itu mustahil. Tapi kembali Lagi, di sepak bola apapun bisa terjadi. Dengan modal Pelatih yang mempunyai prestasi cukup bagus. Terbukti mampu membawa Blitar United lolos ke Liga 2 2017 lalu. Dan dibarengi dengan kekompakan semua elemen tim.

Semoga The Lobster bisa mengikuti jejak Denmark yang dipimpin oleh Richard Moller Nielsen. Semangat 1992 semoga bisa menular kepada The Lobster. Walaupun tanpa pemain top, tapi dengan tim terbaik. Deltras bisa Jadi juara. Semoga, karena semua itu harapan Deltamania. Harapan kita bersama.(*)

Penulis = Agustina Kris Purwanto.

0 komentar:

Post a Comment