Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Monday, January 21, 2019

Cerita Unik Deltamania Cilik Ini Ikut Demo

SALUT : Empat Deltamania cilik ikut demo ke Bupati

DELTACYBER - Ratusan Deltamania dan Deltanita, kemarin pagi (21/1) berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Ratusan Deltamania tersebut ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah selaku pembina tim sekaligus suporter Deltamania.

Deltamania ingin menyampaikan uneg-unegnya selama ini, mengenai tim kesayangannya Deltras. Yang selama tiga tahun berlaga di Liga 3, tak kunjung menuai prestasi apik.

Tetapi, dari ratusan Deltamania yang hadir dalam aksi turun jalan tersebut. Ada empat anak kecil yang juga bersemangat mengikuti demo kemarin. Empat Deltamania cilik ini mengaku rela izin dari sekolahnya demi memperjuangkan nasib Deltras kepada Bupati.

Menurut salah satu kordinator lapangan Deltamania, Fadly, sekaligus ketua korcam Candi Bersatu,  mereka berempat ini sudah niat ikut bersama Deltamania lainnya berdemo di depan Pendopo.

"Asal mereka ini dari Karangtanjung Candi. Rela mbelani izin sekolah, ke Pendopo naik mobil online dari rumahnya," ucap Fadly kepada redaksi Deltacyber.

Fadly menambahkan, setelah ikut berdemo di Pendopo. Keempatnya menuju sekretariat Deltamania menumpang sepeda motor anggota Deltamania Candi Bersatu lainnya.

"Akhirnya mereka pulang juga kami beri tumpangan. Saya tidak membolehkan mereka nggandol truk. Dan kaos yang dipakainya, mereka buat sendiri. Saya benar-benar salut," imbuh Fadly. (bud)

Ketua Asprov Jatim Pimpin Komite Adhoc Integritas


PSSI menunjuk Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas, hal ini diumumka saat Kongres Tahunan PSSI 2019 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Dalam kongres tersebut, Joko Driyono selaku pelaksana tugas ketua umum PSSI menyampaikan pembentukan Komite Adhoc ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi match-fixing.

Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Joko menuturkan, Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Masih menurut Joko, FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

"Setelah terbentuk Departemen Integritas, tugas Komited Adhoc tersebut selesai. Komite Adhoc ini sekaligus bekerja merespons dinamika publik terkait match-fixing," ujar Joko.

Lebih lanjut, pria asal Ngawi ini mengungkapkan dalam Kongres PSSI tersebut para peserta sudah dimintai persetujuannya terkait penunjukkan Ahmad Riyadh sebagai ketua Komite Adhoc Integritas. Riyadh merupakan ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur. Sedangkan yang ditunjuk sebagai wakilnya adalah mantan sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim.

"Dalam waktu dekat Ad-hoc bekerja untuk segera menyusun personalia, dan diberikan waktu dua minggu untuk melengkapi anggotanya yang total berjumlah tiga hingga lima orang. Komite ini mengemban tugas yang sangat penting, fokus menjaga integritas sepakbola," jelas Joko.

"Komite Adhoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Kepolisian melalui MoU (Memorandum of Understanding), sebagaimana FIFA dengan Interpol untuk menangani match-fixing," pungkasnya.

Sementara Ahmad Riyadh mengatakan bahwa dirinya bersama Azwan Karim siap mengemban amanah ini. Ia mengaku ini bukan tugas yang ringan dan butuh orang-orang yang benar paham tentang persepakbolaan nasional. "Dalam waktu dekat kami akan melengkapi komite ini dengan menambah tiga atau lima orang lagi untuk memperkuat Komite Adhoc Integrity ini,” kata Ahmad Riyadh.

“Karena salah satu tugasnya ialah mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun perencanaan skor, maka akan berusaha seoptimal mungkin mempersiapkan program sebaik mungkin. Apalagi pada kepengurusan ke depan akan dipermanenkan sebagai departemen,” tambahnya.

sumber - www.pssi.org

Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1)


DELTACYBER - Ratusan Deltamania berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin (21/1). Mereka ingin menemui Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mengenai tim kebanggaannya Deltras Sidoarjo. Yang tak kunjung membaik soal prestasinya.

Berikut Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1) =








Bakirok : Meski Tim Gala Desa, Harus Bisa Jamin Lolos Liga 2


DELTACYBER - Keinginan Deltamania untuk menyaksikan tim kesayangannya Deltras Sidoarjo berlaga di kasta kedua sangatlah besar. Deltras sendiri sudah bermain di Liga 3 selama tiga musim terakhir. Yakni Liga nusantara tahun 2016, Liga 3 2017, dan terakhir 2018 kemarin.

Namun, The Lobster julukan Deltras, masih saja belum dapat bangkit promosi lagi ke Liga 2. Tak pelak, suporter setianya, kecewa besar atas performa tim. Dengan didasari kekecewaan itulah, mereka mengadakan aksi turun jalan (20/1) mengadu ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengaku selama ini Deltamania terus dijanjikan oleh manajemen untuk promosi ke Liga 2. Namun, buktinya, selalu gagal.

"Kami kecewa, intinya kami minta tahun ini harus bisa naik ke Liga 2, tidak terus-terusan di Liga 3. Karena kami punya suporter yang loyal, stadion juga memenuhi standart, apalagi Sidoarjo punya perusahaan besar," beber Bakirok.

Pria bertubuh tambun ini menilai, manajemen Deltras tak profesional. Bakirok mengatakan, kalau mereka benar-benar niat, saya jamin pasti lolos.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa yang penting lolos. Kami tidak mau tahu pokok harus lolos Liga 2," jelasnya.

Dia menambahkan, berharap nantinya siapapun yang memegang tim Deltras. Manajemen baru harus memiliki visi dan misi yang jelas dan mempunyai target untuk lolos ke Liga 2. Jangan hanya omong saja.

"Rekan-rekan Deltamania ini wadul nang bapake. Bagaimana caranya tahun ini masuk ke Liga 2. Jadi siapapun nanti yang tidak bisa menjamin masuk ke Liga 2, ya sama saja," pungkas Bakirok. (bud)

Deltras Harus Cari Sponsor

TEMUI DELTAMANIA : Bupati Saiful Illah saat menemui Deltamania di depan pendopo

DELTACYBER - Suporter setia Deltras Sidoarjo, yakni Deltamania menggelar aksi turun jalan tadi pagi (20/1) di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Mereka ingin mengadu kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Mengenai kebobrokan The Lobster julukan Deltras dalam dua musim terakhir, saat berlaga di Liga 3 2017 dan 2018 kemarin. Deltras sendiri gagal menggapai targetnya, yakni promosi ke Liga 2.

Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania akhirnya mengadu ke Bupati. Sempat belum ditemui, akhirnya Saiful Illah menemui ratusan Deltamania.

Saiful mengaku, setiap bulan terus mengeluarkan dana untuk Deltras. Namun, untuk saat ini belum ada yang mau untuk memegang Deltras. Abah Ipul sapaan akrabnya mengatakan, juga tak ingin menjual Deltras. Karena nanti, dia juga malu.

"Solusi cari sponsor itu bagus. Saya sedang cari sponsor, tapi tidak banyak. Pokoknya nantinya harus transparan. Sekarang siapa yang kira-kira mampu pegang Deltras," tutur Abah ipul.

Saiful mengaku, dia berusaha mencarikan uang. Guna keberlangsungan Deltras di Liga Indonesia.
"Mudah-mudahan Deltras dapat naik kasta lagi. Apalagi kalau Deltamania bisa kompak seperti ini, semoga bisa mendongkrak Deltras untuk naik kasta," pungkas Bupati yang pernah menjabat sebagai wakil bupati ini. (bud)

Deltamania Gelar Aksi Turun Jalan


DELTACYBER - Senin pagi (20/1) depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo mendadak ramai dengan masa berkaos merah-merah. Full atribut tim kebanggaannya, yakni Deltras Sidoarjo. Suporter setia Deltras, yakni Deltamania serta Deltanita, menyampaikan aspirasinya untuk ingin menemui Bupati Saiful Illah.

Deltamania tampak membentangkan beberapa banner, seperti bertuliskan, instal ulang manajemen, save deltras, kota ini miris prestasi. Terus bernyanyi didepan pagar pendopo. Dan sang Bupati belum kunjung menemui Deltamania.

Akhirnya abah Ipul, sapaan akrab Saiful Illah dapat menemui ratusan Deltamania. Didepan Deltamania, abah Ipul sempat menanyakan maksud dan tujuan Deltamania berdemo ini untuk apa.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," jelas Saiful.

Sementara itu, ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengungkapkan sebenarnya keinginan Deltamania tak muluk-muluk. Intinya, tahun ini The Lobster bisa promosi ke kasta kedua Liga Indonesia, yakni Liga 2.

"Adanya kami demo ini menyampaikan suara dari Deltamania. Menyerahkan semuanya kepada Bupati selaku pembina tim dan Deltamania. Serta dapat memfasilitasi manajemen yang baru untuk mendapatkan akses ke dalam perusahaan atau sponsor yang ada," ujar pria bertubuh gempal ini.

Bakirok menambahkan, Deltamania ini wadul ke bapaknya. Bagaimana caranya untuk tahun ini bisa naik lagi ke Liga 2.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa, yang penting lolos. Kami tidak mau tahu, pokoknya harus lolos ke Liga 2," jelas Bakirok.

Menurutnya, aksi demo ini bentuk kekecewaan Deltamania dan Deltanita selama ini. Karena selalu dijanjikan oleh manajemen untuk naik kasta, tetapi selalu gagal di penghujung liga.

Sebab, Sidoarjo sendiri memiliki potensi yang luar biasa dalam dunia si kulit bundar. Stadion standart internasional, serta banyak perusahaan yang dapat menjadi sponsor, sudah menjadi poin plus bagi The Lobster. Kalau benar-benar dapat dimanfaatkan.

"Sampai sekarangpun manajemen belum menemui kami. Yang jelas, siapapun nanti yang pegang Deltras, harus punya target lolos ke Liga 2. Bukan hanya omong saja," pungkas Bakirok. (bud)