Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, July 13, 2019

Dukungan Tak Hanya Datang Dari Tribun


DELTACYBER - Setapak demi setapak mulai menjadi langkah awal Deltamania. Dalam hal mengelola Deltras jelang Liga 3 musim ini. Setelah mendapat mandat dari bupati, mau tidak mau, ya harus dijalankan. Untuk memanajemeni Deltras tahun ini.

Seleksi pemain, perekrutan pelatih, dan beberapa kali intensitas uji coba pun mulai bergulir. Total 24 pemain dengan empat pelatih menjadi bagian Deltras. Didukung ada empat pemain berstatus senior, selebihnya pemain muda.

Ya, langkah awal manajer Satriyo Adji alias mas Yoyok, dengan melibatkan rekan-rekan Deltamania. Wakil manajer, sekretaris, dan pengurus administrasi pun juga dari kalangan Deltamania. Ya, memang ada beberapa orang yang sudah berkecimpung di sepakbola Indonesia tiga tahun belakangan. Ada juga, pengurus yang sudah lebih dulu terjun di Ligina beberapa tahun silam. Namun, amanah lebih besar dan tanggung jawab lebih berat, mereka rasakan baru tahun ini.

Berat, sudah pasti. Tetapi, kalau dipikul bersama-sama akan terasa ringan. Apalagi, kritik dan saran yang membangun. Bukan hanya bisa nyinyir, tetapi tidak bisa apa-apa. Tong kosong nyaring bunyinya. Netizen yang dengan akun palsumu juga bisa melakukan hal itu. Apalagi, berlagak kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu.

Ya, musim ini menjadi tantangan bagi Deltamania. Dukungan mereka baik dari belakang layar, dan di stadion harus sama-sama lantang. Lantang dalam arti, lantang bernyanyi. Lantang juga bergerak ke kanan dan kiri untuk memutar roda manajemen. Tapi, jangan berharap manajemen sehat dulu. Kembali lagi, ini liga amatir, dengan pemain amatir, rasa manajemennya pun jangan disamakan dengan tim Liga 2. Atau Liga 1. Kritis tapi harus realistis.

Berbagai ide untuk membantu Deltras agar lebih greng di awal musim ini pun mengalir. Meski, belum deras, tetapi, bentuk dukungan itu sudah mulai terlihat. Salah satunya, bentuk dukungan melalui sumbangan yan dilakukan oleh kawan-kawan suporter.

Dukungan membantu dengan membelikan air minum untuk latihan. Membantu dengan dana seikhlasnya untuk operasional. Dan peralatan latihan, macam jersey serta rompi.

"Sebagai wujud partisipasi dan bentuk kepedulian Deltamania pada Deltras, akhirnya muncul ide sumbangan itu. Semua hasil sumbangan akan digunakan di luar anggaran yang sudah dianggarkan nantinya," jelas Yoyok.

Lantas, banyak persepsi yang datang. Nyumbang gawe Deltras, opo manajemen gak isok nukokno ta ?. "Itu persepsi yang salah. Sekali lagi, semua itu muncul karena rasa memiliki. Bukan tidak mampu membiayai. Berapapun nominal dan wujudnya itu tidak penting. Yang perlu diapresiasi adalah kepedulian dan rasa ikut memilikinya dalam bentuk donasi," bebernya.

Masih lanjut Yoyok, sekecil apapun bentuk sumbangannya, sangalah besar artinya. "Bisa jadi, nanti kalau pemain berhasil menang, di traktir makan-makan sama Deltamania sebagai bonusnya. Tetapi, kalau bonus dana pasti juga akan diberi, sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan," kata Yoyok.

Dan hal itu bakal disampaikan ke pemain dan pelatih. Bahwa, harapan suporter sangatlah besar. Untuk bisa berbuat maksimal serta berjuang mati-matian demi Deltras. "Karena sebagian yang pemain nikmati adalah doa dan harapan dari suporter. Apa yang ditunjukkan suporter ini semata juga mengguggah kepedulian semua pihak di Sidoarjo," ucapnya.

Ibaratnya, suporter saja bisa menyumbang untuk tim kebanggaan Sidoarjo ini. Masa stake holder terkait belum bisa memberikan dukungan untuk tim lokal Sidoarjo sendiri. "Kalau Deltamania saja yang masih sekolah bisa belikan air mineral untuk latihan, masa yang lain tidak bisa," pungkasnya. (bud).

Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

Deltamania Pegang Langsung Deltras



DELTACYBER - Hasil audiensi perwakilan pengurus pusat Deltamania dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah  (28/6) membuahkan keputusan besar. Yang paling penting, pengelolaan klub di musim ini di tangan suporter. Ya, Deltamania.

Dalam audiensi kala itu, abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah, langsung menunjuk perwakilan Deltamania untuk menjalankan Deltras. Sebab, Deltamania sendiri juga tak menemukan sosok manajer yang pantas menahkodai The Lobster.

Satriyo Adji Utomo atau yang lebih akrab disapa mas Yoyok, ditunjuk oleh abah Ipul. Sebelumnya, Saiful Bakirok lah yang ditunjuknya untuk jadi manajer. Namun, karena beberapa hal, dia tak pantas mengemban amanah itu.

Siap tidak siap, sebenarnya menjadi sebuah dilema. Kenapa ?, pertanyaannya seberapa kuat Deltamania bisa membawa tim yang sedang terpuruk ini bisa lebih baik pencapaiannya. Ketimbang dua musim lalu. Sudah, janga bicara target. Sebab, target wajib Liga 2, promosi Liga 2, kudu munggah kasta, ojo dadi pelengkap Liga 3, tak berbanding lurus dengan persiapan tim. Terkadang, mengkritisi tanpa melihat realistis yang ada, seperti berbicara keras tapi menutup mata.

Namun, kembali lagi ke amanah dari abah Ipul. Deltamania sudah ditunjuknya untuk memanajemeni Deltras musim ini. Siap tidak siap, ya harus jalan. Singkatnya, persiapan seleksi pun dilakukan dengan cepat. Persoalan pelatih, sebernarnya, sudah ada ancang-ancang sejak lama, merekrut Gatot Mulbajadi. Pelatih yang membawa Blitar United juara back to back Liga 3 2016 dan 2017 lalu. Prestasi mentereng itu lah yang diharapkan, menular ke Deltras. Meski dengan persiapan mepet.

Akhirnya, Yoyok harus siap mengemban amanah itu. "Semua itu wujud dari rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Karena tahun ini bupati menunjuk langsung Deltamania yang menjalankan Deltras," terang Yoyok.

Lantas, bagaimana pembiayaan tim untuk mengarungi Liga 3 tahun ini. Kucuran dana langsung di back up penuh oleh abah Ipul. Dia tak ingin, Deltras absen dalam kompetisi tahun ini, dan tetap memberikan pembiayaan.

Tetapi Yoyok tak berjalan sendiri. Tentu, beberapa rekan-rekan pengurus Deltamania turut membantunya. Mulai mempersiapkan seleksi, menghubungi pihak sana sini, mengurus kelengkapan administrasi pemain, official, sampai patungan membeli air minum.

"Sesuatu yang berat pun bisa menjadi ringan. Saat semua elemen berusaha untuk bersatu dan tidak saling menjatuhkan," ucapnya.

Bisa jadi, ini sejarah pertama kali bagi Deltamania. Yang mengelola The Lobster secara langsung. (bud)


Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi