TENTANG KAMI



 BERAWAL DARI FACEBOOK

MESKI SERING BERGERAK DI DUNIA MAYA , DELTAMANIA CYBER TAK SEGAN UNTUK DATANG LANGSUNG KE STADION .

TAK bisa dimungkiri, saat inin internet sudah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi sebagian orang. Dengan berselancar di dunia maya, masyarakat bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan. Salah satunya adalah bertemu sapa dengan kerabat jauh atau sahabat yang sudah lama tak berjumpa.

    Kelebihan internet diresapi betul oleh Suporter Deltras Sidoarjo, Deltamania. Dengan menggunakan jejaring sosial Facebook, Deltamania berhasil mengkordinasi serta berkomunikasi dengan para anggota. Bahkan lewat dunia maya , Deltamania mampu menemukan peluang baru untuk membentuk komunitas anyar .

    "Awalnya kami ingin menyatukan teman-teman yang ada di dunia maya, seperti di Facebook. Setelah itu kami rasa kenapa tidak menyatukan mereka menjadi satu komunitas suporter Deltamania yang bergerak di dunia maya. Pada akhirnya, terciptalah Deltamania Cyber , " ucap Budi, salah satu Founder Deltamania Cyber.

    Deltamania Cyber yang dibentuk 13 juni 2010 kini berkembang menjadi komunitas yang mapan. Saat ini, sudah lebih dari 50 orang terdaftar sebagai anggota,  di luar masih ada lagi ", beber Agustina, humas DeltaCyber.

    Oleh Budi dan Agus, tujuan didirikannya Deltamania Cyber tidaklah muluk. Harapan mereka, komunitas ini bisa memenuhi kebutuhan kognitif anggota Deltamania terhadap informasi sepak bola, terutama tentang klub.

    "Dulu , Deltamania hanya mendapatkan informasi dari manajemen klub. Dan menurutku informasi itu sangat kurang. Nah, mudah-mudahan dengan adanya komunitas ini, kami bisa saling berbagi informasi," kata Agus.

    TURUN GUNUNG

     Meski lebih sering "bergerak" di dunia maya, tak berarti Deltamania Cyber takut `turun gunung`. Mendukung langsung ke stadion tetap diprioritaskan. Laga tandang Deltras di stadion Gelora Bung Karno ( SUGBK ) melawan persija jakarta kamis (1/12) misalnya. Tak kurang dari 50 awak Deltamania Cyber menyaksikan Budi Sudarsono cs berlaga, "Tak selamanya kami berkomunikasi lewat internet. Kopdar ( Kopi Darat ) tetap penting. Selain melakukan pertemuan, menyaksikan Deltras langsung di stadion menjadi salah satu opsi mengumpulkan para anggota Deltamania Cyber," kata Agus.

    Untuk merealisasikan hal itu, Agus cs memakai dana kas yang dimiliki Deltamania Cyber. Meski baru seumur jagung, Deltamania Cyber sudah memiliki sistem manajerial yang baik. Perputaran uang dikelola dengan profesional. Tak heran, setiap Deltras melakoni laga tandang, Deltamania Cyber tak pernah absen sekalipun akbat keterbatasan dana, "Bahkan, sebelumnya kami sudah siap berangkat menuju Padang. Tapi, sayang, rencana mesti diurungkan karena Deltras dan Semen Padang tidak berada dalam kompetisi yang sama," kata Budi kepada SOCCER saat ditemui SUGBK, Jumat (2/12)

    Beragam kelebihan yang dimiliki Deltamania Cyber patut di contoh oleh semua suporter sepak bola tanah air. Berawal dari dunia maya, Deltamania Cyber berhasil membuktikan bahwa suporter juga bisa berbuat hal positif dan berkarya. ( HILMAN/TABLOID SOCCER/EDISI 24/XII )